Pula, kota pelabuhan Kroasia

Arena

Perut kenyang, hati senang... Selepas dari Piran, kota pelabuhan di Slovenia, kami pun melaju kencang melewati perbatasan menuju negeri di pinggir laut adriatik yang jg masih tergabung dalam laut mediterania. Yakni Kroasia yang ternyata sangat layak menjadi objek wisata meski usianya yang masih muda. 

 
Setelah perang dengan Serbia, 18 tahun bagi Kroasia sepertinya terlihat cukup untuk bisa bangkit kembali. Negara ini sudah terlihat rapih dan beberapa kota seperti zagreb dan rijeka terlihat lebih metropolis  ketimbang kota2 di Slovenia. Bayangan seram sebelumnya tentang Negara ini ternyata tidak terbuktikan. 


apartemen tempat kami menginap di pula

Kali ini kami menuju penginapan yang berada di kota Pula (disebut juga Pola), sekitar 1.5 jam dari perbatasan slovenia-Kroatia di Buje. Penginapan tersebut berupa apartemen terdiri atas tiga kamar tidur cukup untuk menampung kami yang bertujuh, di dalamnya terdapat kamar mandi dan juga dapur. Hanya saja sebelum bisa beristirahat kami harus mencari bank terdekat. Negara ini belum termasuk eropa, jadi mata uang pun berbeda, berupa Kuna Kroasia.

temple of rome and augustus
Pagi hari seusai sarapan kami keluar jalan-jalan melihat kota Pula yang merupakan kota terbesar di provinsi Istria. Kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk dan ramai, tempat parkir sudah penuh dengan mobil-mobil padahal saat itu masih tergolong pagi. 

arch of the sergii

Arena atau amphitheater

Kami melihat beberapa situs sejarah yang terkenal sebagai peninggalan jaman romawi, beberapa diantaranya adalah arena atau amphitheater yang dibangun pada abad ke 1, temple of rome and augustus, serta  arch of the sergii.

Mozaik
Kami sempat juga melewati situs purbakala yang masih terlindungi memperllihatkan  mozaik yang masih utuh. Selain itu sempat juga melewati museum archeologi yang letaknya tak jauh dari arena.



Seusai melihat pusat kota, kami berpindah menuju daerah pantai. Airnya bening dan tenang tanpa ombak besar. Sayang ketika itu musim dingin jadi tak banyak orang di sana. Selain itu kami sudah tidak bersemangat untuk mencari pemandangan indah di sekitar. Ternyata perut kosong adalah masalahnya. 



Seusai santap siang, kami melaju menuju kota berikutnya...Hum, kota terkecil di dunia.

1 comments:

 

Flickr Photostream

Created with flickr badge.

YOUTUBE

Meet The Author

My photo

a simple house wife, a food and plants lover, a blogger, a photography addict.
find out more here: 
youtube channel: youtube.com/user/rustka
food blog: www.dbento.com
traveling blog: rustka.blogspot.de
instagram: @LiaRustka
tweeter: @LiaDamayanti
facebook: Bento Mania