Naik Haji dari Negeri Orang : Pengajuan Visa Haji

Setelah proses pendaftaran haji dengan pihak agen travel selesai dilakukan. Tahap berikutnya adalah menyiapkan dokumen untuk pengajuan visa haji. Pembuatan visa dilakukan secara kolektif oleh pihak agen yang sudah resmi ditunjuk oleh pemerintah arab saudi.

Pengalaman kami, penyerahan dokumen tersebut dilakukan paling lambat 2 bulan sebelum keberangkatan ke travel agen. Bisa dilakukan via pos tercatat atau bisa juga langsung ke pihak travelnya. Karena Balcok bermarkas di Essen, tidak jauh dari Aachen, kami lebih memilih yang kedua, langsung menyerahkannya untuk keamanan dokumen serta untuk meminta surat keterangan asli bahwa pasport serta visa kami sedang di tahan untuk keperluan visa haji. Soalnya 2 bulan tanpa bukti identitas asli membuat kami yg tinggal dekat perbatasan deg-degan. Passport beserta dokumen lain akan dikembalikan di bandara ketika hari keberangkatan.

Karena kollektif maka dokumen-dokumen yang perlu kami siapkan hanya beberapa dari sekian banyak persyaratan yang diajukan oleh kementrian haji arab saudi. Berikut ini adalah beberapa syarat pengajuan visa haji untuk warga Indonesia yang tinggal di Jerman:

  • Paspor elektronik (bukan paspor tulis tangan) dengan masa berlaku minimal 6 bulan setelah keberangkatan. 
Paspor yang bisa diterima adalah paspor elektronik atau setidaknya pasport yang sudah di cetak menggunakan komputer. Pasport yang masih ditulis tangan tidak akan bisa diterima untuk pengajuan visa haji. Jangan lupa untuk mem foto kopi pasport tersebut untuk pegangan kita.

  • Elektronische Aufentshaltstitel (eAT)/ Izin tinggal (yang sudah berbentuk kartu elektronik) di Jerman/Austria/Polandia dengan masa berlaku minimal 6 bulan setelah keberangkatan. 
Di tahun-tahun kebelakang, konon katanya untuk naik haji atau umrah, bisa menggunakan visa turis (visa masuk Jerman). Namun sekarang peraturan itu sudah tidak berlaku lagi. Jadi yang bisa naik haji dari sini adalah yang memang sedang berdomisili di sini, yakni memiliki visa Jerman/schengen yang masih berlaku minimal sekitar 6 bulan sejak keberangkatan menuju tanah suci. Jadi kalau misalnya mulai dari mendaftar visa haji maka kita harus mempunyai visa jerman yang berlaku minimal sekitar 8 bulan. Atau jika dari pendaftaran  haji di travel mungkin sekitar 10 bulan. 

  • Bukti imunisasi Mencevax ACYW 135 (masa berlaku 2 tahun) 
Yang diminta disini adalah bukti imunisasi yang berupa buku imunisasi international (buku yang berwarna kuning). Dilampirkan aslinya dan akan dikembalikan nanti berbarengan dengan pasor dan visa.

Berdasarkan informasi dari forkom yang meneruskan informasi dari depag. berikut ini adalah vaksinasi meningitis yang difatwakan halal untuk para jemaah haji. sertifikasi halal ini berbeda setiap tahunnya, jadi setiap tahun perlu ditanyakan status kehalalannya.

  1. MENVEO MENINGOCOCCAL (Group A, C, W135 and Y Cnnyugate Vaccine) diproduksi oleh Novartis Vaccine and Diagnotis S.r.l Italy 
  2. MEVAC ACYW 135 diproduksi oleh Zheiyiang Tianjuan China

Vaksin tersebut bisa diperoleh resepnya dari dokter dan  di beli di apotek. Vaksin tersebut harus berada dalam suhu dibawah 25°C artinya gak boleh jauh2 dari kulkas. Jadi setelah dibeli harus langsung dibawa ke dokter untuk disuntikan. Sayangnya karena untuk tujuan wisata dan virus menignitis tergolong penyakit yang tidak umum di Jerman, maka dokter kami hanya memberi resep biru, yang tidak dibayar oleh asuransi. Vaksinnya cukup mahal berharga seitar 47 euro yang harus dikeluarkan dari kantong kami sendiri. Namun si dokter memberikan harapan bahwa biaya tersebut bisa diganti asal minta ke pihak asuransi yang bersangkutan (reimburse).

Ketika diimunisasi, kami masih dalam masa ramadhan jadi harus puasa. Sebetulnya setelah searching dan tanya beberapa pendapat bahawa vaksinasi selama puasa tidak masalah, karena vaksin bukan cairan nutrisi dan juga alasan lainnya. Tapi dikasus saya ternyata efek setelah imunisasinya itu, yang bisa buat tidak puasa. Demam hingga badan menggigil, pusing dan mual yang mulai menyerang ketika 12 jam setelah disuntik sampai hari berikutnya. Banyak teman yang menyarankan untuk minum banyak serta minum jus buah supaya demamnya reda jadi deh puasa bolongnya nambah 1 hari. Gejala ini katanya hanya menyerang 1 dari 10 orang yang memperoleh suntikan tersebut (aaah ternyata saya 1 orang yg tidak beruntung itu).
  • Atest atau medical certificate dari dokter (Hausarzt)
Dalam surat ini perlu dicantumkan bahwa kita berada dalam kondisi fisik yang kuat, sehat dan bebas dari penyakit menular. Surat keterangan ini bisa diperoleh dari Hausarzt (dokter umum/dokter keluarga) secara gratis. Hausarzt ini kalau diterjemahkan seperti dokter keluarga/dokter pribadi yg menangani kita. Di jerman sepertinya sudah lazim kalau setiap orang memiliki Hausarzt. Semua data-data pemeriksaan dan hasil-hasil lab yang kita lakukan baik di rumah sakit, jika terjadi kecelakaan atau konsultasi dokter spesialis harus diketahui oleh dokter tersebut (hausarzt). Intinya Hausarzt adalah dokter yang mengetahui riwayat kesehatan kita.

Dari pengalaman uda, karena dokter keluarga kami ketika itu sedang cuti liburan selama 1 bulan penuh. Uda jadi harus meminta surat keterangan tersebut dari dokter lain. Setelah melewati proses pemeriksaan ringan, eh disuruh bayar 25 euro untuk dapat surat tersebut hehehe.... tenyata gak totally gratis.

  • Surat keterangan masuk islam bagi yang baru masuk islam 
  • Fotokopi Surat Nikah, bagi Suami Istri yang memiliki nama belakang (nachname) yang berbeda 
  • 2 buah pas foto dengan latar belakang berwarna putih (ukuran seperti untuk passport)


0 comments:

Post a Comment

 

Flickr Photostream

Created with flickr badge.

YOUTUBE

Meet The Author

My photo

a simple house wife, a food and plants lover, a blogger, a photography addict.
find out more here: 
youtube channel: youtube.com/user/rustka
food blog: www.dbento.com
traveling blog: rustka.blogspot.de
instagram: @LiaRustka
tweeter: @LiaDamayanti
facebook: Bento Mania